Jumat, 21 Januari 2011

Pengojek Bandara Menjadi Alternatif Kerja Informal | Visijobs

Pengojek Bandara Menjadi Alternatif Kerja Informal | Visijobs

(Visijobs-News) - Belasan penjual jasa ojek antarjemput penumpang menggunakan sepeda motor beroperasi di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, menjadi alternatif pekerjaan di sektor informal dengan pendapatan lebih baik dibandingkan pengojek di tempat lain.

Sejumlah pengojek di Bandara SMB II Palembang, membenarkan bahwa perolehan pendapatan mereka sehari-hari--apalagi pada saat penumpang padat dan hari tidak hujan--lebih baik dibandingkan menjual jasa ojek di tempat lain umumnya.

Alasannya adalah umumnya pengguna pesawat udara adalah kalangan menengah ke atas yang relatif tidak terlalu mempersalahkan ongkos jasa ojek yang mereka tawarkan. "Biasanya jarang yang menawar ongkosnya Pak, apalagi kalau sudah biasa menggunakan jasa kami," kata Salim, salah satu pengojek itu.

Pengakuan tersebut dibenarkan beberapa pengojek yang mangkal di bandara internasional itu, kendati harus bersaing dengan pelayanan jasa taksi dan antarjemput menggunakan kendaraan roda empat, ternyata pengojek sepeda motor tetap memiliki pelanggan tersendiri.

Menurut Fikri, pengojek lainnya, biasanya pengguna jasa ojek sepeda motor adalah penumpang yang turun dari pesawat dan tidak dijemput kendaraan roda empat sendiri sedang mengejar waktu dan menghindari kemacetan lalu lintas. Biasanya pada jam sibuk, jalan dari pusat kota dan dari Bandara SMB II ke pusat Kota Palembang seringkali mengalami kemacetan lalu lintas yang panjang, sehingga mengakibatkan mobil sulit menembus perjalanan dalam waktu normal.

Dalam kondisi seperti itu, biasanya jasa pengojek sangat dibutuhkan untuk penumpang mengejar waktu dan menghindari kemacetan sehingga bisa lebih cepat sampai ke tujuan. Para pengojek di Bandara SMB II Palembang itu umumnya mematok tarif antaran penumpang di dalam kota berkisar Rp30.000 sd. Rp50.000 per orang. Ongkos keluar kota, dapat ditentukan sesuai kesepakatan. Tarif itu lebih tinggi dibandingkan jasa ojek di tempat lain umumnya di Palembang.

Setiap hari, para pengojek itu mengaku selalu bisa mendapatkan beberapa penumpang untuk diantarkan ke tujuan masing-masing. Setelah itu, mereka pun mangkal kembali di bandara tersebut. Mereka juga mengaku, selama ini dalam berusaha tidak dihalang-halangi oleh petugas di bandara itu, asalkan mengikuti ketentuan ketertiban dan parkir sepeda motor pada tempat yang ditentukan. "Kami juga tidak akan memaksa penumpang naik, tapi menawarkan dengan baik-baik untuk menggunakan jasa ojek kami," kata Salim pula.

Selain di Bandara SMB II, kelompok pengojek dalam jumlah besar juga selalu mangkal dan beroperasi di kawasan sekitar Stasiun Kertapati dan Pelabuhan Boombaru maupun Pelabuhan 35 Ilir Palembang serta pada sejumlah tempat umum, kawasan gang/lorong dan permukiman penduduk di Kota Palembang.

Bertita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar