Senin, 21 Februari 2011

196 Perusahaan Terancam Dilikuidasi | Visijobs

196 Perusahaan Terancam Dilikuidasi | Visijobs

(Visijobs-News) - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sedang melakukan verifikasi dan audit tahap akhir terhadap 561 perushaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). Hingga kini, sudah ada 65 persen PPTKIS dinyatakan sehat. Sedangkan 35 persen atau 196 perusahaan terancam dilikuidasi karena tidak memenuhi ketentuan.

"PPTKIS yang Sehat ada 65 persen. Yang buruk akan dilikuidasi. Yang masuk ketegori sedang diharapkan bergabung dengan PPTKIS lainnya yang juga masuk ketegori sedang," ucap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta seusai melakukan kunjungan kerja selama 3 hari ke Jawa Timur pada 18-20 februari 2011.

Salah satu agenda kerja Menakertrans selain mengunjungi kantong-kantong TKI di Madura dan Malang adalah mengukuhkan pengurus Indonesian Employment Services Association yang diselenggarakan di Gedung Empire Palace, Surabaya. Menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar, audit yang dilakukan adalah pemeriksaan kapasitas, ketaatan terhadap undang undang, dan sistem pelatihan. "Yang pokok terhadap pelaksanaan undang undang. Ada PPTKIS tidak sehat dan tidak sesuai prosedural," ujarnya.

Kata Muhaimin, pemerintah tidak bisa melarang kecuali mempertegas pengiriman. Sudah ada perbaikan sistem dan mekanisme. "Tidak menyulitkan tapi juga tidak memberikan peluang ke saudara yang berangkat jadi korban apa yang jadi kesalahan pemberangkatan," katanya.

Ditegaskan Muhaimin, hasil audit tersebut diharapkan keluar pekan depan atau paling lama akhir bulan sudah diumumkan. "Mana yang bisa dan layak meneruskan program dan mana yang tidak bisa meneruskan karena ketidakmampuan melayani," pungkas Muhaimin.

Dijelaskan Muhaimin kualitas TKI yang dikirimkan PPTKIS berbeda, tergantung wilayahnya. Untuk Asia Pasifik, sudah memiliki standar kompetensi. Sedangkan pengiriman ke Arab Saudi, umumnya Timur Tengah belum memiliki kompetensi lengkap. "Untuk Arab Saudi kita siapkan beberapa alternatif. Awal Maret akan tuntaskan pembicaraan tingkat pejabat eselon 1 untuk bicara mekanisme dan sistem perlindungan. Tidak seperti sekarang ini yang memalukan kita. Banyak TKI di kolong jembatan dan depan Keduataan Besar. Itu tidak boleh terjadi lagi. Nama baik bangsa tercoreng. Jangan sekali-kali berangkat tanpa proses yang jelas," pintanya.

Di Arab Saudi, lanjutnya, dalam waktu beberapa bulan ini sulit mencari TKI. Akibatnya, banyak orang Arab Saudi yang mengeluh. "Saya bilang kalau sulit yang penting ada 3 hal. Pertama perlindungan, kedua gaji tinggi. Kalau tidak jangan berangkat. Ketiga disepakati nanti dalam pembicaraan kesiapan dan kemampuan pengelolaan yang baik terutama perlindungan," bebernya.

Sementara itu, Direktur PTKLN Rostiawati menjelaskan, 35 persen PPTKIS yang terancam dilikuidasi masuk dalam tahap pembinaan. Pembinaan tersebut tergantung tingkatan PPTKIS tersebut. "Pembinaan akan diawasi langsung pengawas ketenagakerjaan," katanya.


Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar