Rabu, 09 Februari 2011

Al - Azhar Mesir Sesalkan Pemulangan Mahasiswa Indonesia | Visijobs

Al - Azhar Mesir Sesalkan Pemulangan Mahasiswa Indonesia | Visijobs

(Visijobs-Kampus Info) - Pemimpin tertinggi atau Syeikh Agung Al-Azhar, Mesir, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb menyesalkan pemulangan mahasiswa Indonesia karena keamanan mereka dijamin Al Azhar.

"Kenapa mereka harus dipulangkan?", tanya Syeikh Agung Al Azhar dengan nada menyesalkan ketika menerima Dr. Nur Hassan Wirajuda yang merupakan Utusan Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhonono, di Kairo, Rabu (9/2).

Dalam pertemuan di kantor Syeikh Agung di Distrik Darrasah tersebut, Hassan Wirajuda yang juga mantan menteri luar negeri itu didampingi Duta Besar RI untuk Mesir A.M. Fachir. Hassan Wirajuda menjelaskan bahwa pemerintah mengevakuasi warga negara Indonesia itu semata-mata atas pertimbangan keamanan dan untuk melindungi WNI secara fisik.

Syeikh Tayeb juga menyinggung kapasitas asrama Al Azhar yang mampu menampung ribuan mahasiswa dari berbagai negara termasuk dari Indonesia namun masih banyak di antara mahasiswa asing menunggu giliran masuk asrama. "Banyak mahasiswa dari berbagai negara terutama dari Afrika yang belum kebagian kamar asrama. Jadi kalau mahasiswa Indonesia pulang berarti kamar asrama mereka bisa digantikan selamanya," ujar Syikeh Agung.

Keamanan Mahasiswa

Terkait keamanan mahasiswa, Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Kebudayaan KBRI Kairo, Iwan Wijaya Mulyatno menjelaskan bahwa sejauh ini semua mahasiswa aman, meskipun ada beberapa di antaranya sempat ditanyai oleh pihak keamanan Mesir. "Memang ada beberapa mahasiswa yang secara kebetulan ditanyai pihak keamanan setempat dan bahkan sempat dibawa ke pos polisi, tapi setelah diketahui bahwa mereka mahasiswa Al Azhar, langsung dibebaskan," katanya.

Ian Syafri, mahasiswa Indonesia yang kuliah Al Azhar cabang Iskandariyah mengaku sempat ditahan saat ia dalam perjalanan menuju Kairo untuk evakuasi ke Indonesia. "Saya sempat ditahan sekitar tiga jam di Giza dalam perjalanan dari Iskandariah ke Kairo pekan lalu. Tapi setelah diketahui bahwa saya mahasiswa Al Azhar, langsung dibebaskan sambil minta maaf. Mereka (aparat keamanan) itu hormat sekali pada Al Azhar," ujar Syafri.

Sementara itu, Atase Pendidikan KBRI Kairo, Prof. Dr. Sangidu mengatakan jumlah total mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Al-Azhar tercatat 3.523 orang, terdiri atas 3.000 mahasiswa program strata-1 (S-1), 500 orang program S-2, dan 23 lainnya program S-3.Hampir semua mahasiswa tersebut mendapat beasiswa atau santunan belajar dari Al Azhar dan beberapa lembaga sosial lainya.

Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar