(Visijobs-News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak tudingan kebohongan perihal jumlah pengangguran di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) selalu dijadikan acuan.
Di hadapan para wirausahawan, SBY mengatakan jumlah pengangguran di Indonesia saat ini 8,32 juta atau 7,14 persen dari penduduk Indonesia. Angka itu diperoleh dari data BPS 2010 yang sudah dikroscek ulang oleh SBY.
"Tadi malam saya telepon ketuanya, Saudara Rusman apa masih valid datanya? Dan benar, jadi ini bukan kebohongan. Data itu benar-benar ada. Yang hitung bukan SBY, tapi BPS," ujar SBY yang langsung disambut tepuk tangan hadirin di Gedung UKM Center, SMESCO, Jl Gatot Subroto, Jakarta.
SBY menambahkan, jumlah penduduk Indonesia saat ini ada 237,8 juta, sementara angkatan kerja ada 116,5 juta. Kesempatan kerja bagi mereka adalah 108,2 juta. "Sisanya itu yang belum kerja. Kita kerja keras untuk membuka lapangan kerja baru, ini yang jadi pekerjaan rumah dan tugas kita yang utama," sambungnya. Lebih lanjut SBY juga menerangkan, tak semua penduduk berkesempatan menjadi pegawai negeri atau anggota TNI/Polri. Penerimaan anggota terbatas dan disesuaikan dengan anggaran yang ada.
Saat ini, kata SBY jumlah PNS dan anggota TNI/Polri ada 7.663.570 orang dengan rincian PNS 4,7 juta orang, guru/dosen 2 juta orang, TNI 464 ribu dan Polri 412 ribu orang. "Tapi ingat ada batasnya, sesuai keperluan negara dan sesuai anggaran negara, kalau mereka ada yang pensiun baru terbuka peluang itu," kata SBY.
Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar