(Visijobs-Kampus Info) - Situasi di Libya masih tidak menentu menyusul serangan militer pasukan sekutu ke basis-basis pertahanan pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Warga Negara Indonesia (WNI) telah dievakuasi, namun dua mahasiswa asal Indonesia memilih bertahan.
"Ada dua mahasiswa yang memilih untuk tidak pindah. Tapi kalau keadaannya semakin memburuk kita harus mengambil langkah-langkah evakuasi," kata Menlu Marty Natalegawa di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Dia menambahkan, kemarin Dubes RI untuk Libya telah berkomunikasi dengan 10 WNI yang masih berada di Libya. Karena itulah, meski Kedubes RI di Tripoli telah dikosongkan, masih disiagakan 4 staf di sana. Staf tersebut bertugas memberikan bantuan kepada WNI yang masih berada di negeri yang kaya emas hitam itu.
Pengosongan KBRI di Tripoli dilakukan dua hari lalu. Dubes dan sejumlah karyawan bergerak meninggalkan Tripoli menuju Tunisia. Meski demikian, fungsi KBRI di Tripoli tetap dilaksanakan, baik oleh Dubes yang telah pindah maupun yang berada di Tunisia.
Data terakhir jumlah WNI di Libya ada berapa? "Sebenarnya menurut data hampir praktis semuanya sudah evakuasi. Namun ini untuk memastikan jangan sampai ada yang tersisa, oleh karena itu kami tetap mempertahankan empat orang," ucap Marty.
Terkait serangan militer pasukan sekutu, Marty menegaskan, sejak awal konsentrasi pemerintah Indonesia adalah terhadap perlindungan warga sipil di Libya. "Anda ketahui sebelum adanya keterlibatan dari masyarakat internasional, warga Libya sipil sudah di bawah serangan pemerintahnya sendiri. Jadi sejak awal kami berharap ada perlindungan terhadap warga sipil ini," tutur dia.
Di lain pihak, sambung Marty, Indonesia tidak ingin melihat penggunaan kekerasan yang berlebihan, sehingga menganulir kemungkinan adanya proses politik. Karena itu, penggunaan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1973 menawarkan potensi perlindungan warga sipil.
Serangan militer kelompok sekutu dilakukan mulai Minggu dini hari. 100 Lebih rudal Tomahawk telah diluncurkan. Dua pangkalan Angkatan Laut Libia dilaporkan luluh lantak. Sementara itu puluhan warga tewas dan ratusan orang luka-luka.
Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar