Senin, 07 Maret 2011

Pekerja Eks Magang Jepang Buka Wirausaha Mandiri | Visijobs

Pekerja Eks Magang Jepang Buka Wirausaha Mandiri | Visijobs

(Visijobs-News) - Dari 25.584 orang peserta yang telah mengikuti program magang di Jepang selama 3 tahun, sebanyak 70 persen ( 17.909 orang ) telah berhasil menjadi wirausaha mandiri di daerah asalnya masing-masing. Sedangkan sisanya telah bekerja di berbagai perusahaan nasional dan multinasional, terutama perusahaan-perusahaan asal Jepang yang beroperasi di Indonesia.

“Keberadaan program pemagangan di dalam dan luar negeri sangat menguntungkan. Program ini mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), menambah wawasan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kerja sehingga mudah diserap pasar kerja, “ kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Kantor Kemenakertrans.

Hal ini diungkapkan Menakertrans seusai acara penerimaan kepulangan 104 peserta praktek kerja (magang) dari Jepang yang diwakili Direktur Bina Pemagangan Kemenakertrans, Bagus Marijanto di Bekasi. Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan program pemagangan menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah pengangguran. Program pemagangan pun menjadi titik awal untuk membuka lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri.

“Eks peserta magang yang baru pulang dari Jepang memang langsung diminati perusahaan-perusahaan Jepang yang bergerak di bidang industry ,terutama industri, otomotif, tekstil, listrik, manufaktur, mesin dan bangunan,” Kata Muhaimin.

Namun sebagian besar, tambah Muhaimin, eks magang Jepang itu ternyata lebih memilih untuk membuka usaha sendiri secara mandiri atau berwirausaha, sesuai dengan bakat, kemampuan dan ilmu yang dipelajari selama magang di Jepang.

“Dengan wirausaha mandiri, para eks magang ini secara tidak langsung membantu pemerintah, dengan cara membuka lapangan kerja baru dan memperluas kesempatan kerja dengan menampung masyarakat di sekitarnya untuk bekerja, kata Muhaimin.

Saat ini Kemenakertrans telah bekerja sama dengan Kementerian Negara Koperasi dan UKM serta Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) untuk melaksanakan program wirausaha lanjutan bagi peserta magang Jepang, “kata Muhaimin.

Untuk mendukung perkembangan program pemagangan, Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah terus berupaya mencari peluang baru untuk memberikan kesempatan magang di dalam negeri maupun luar negeri, sebagai bekal bagi lulusan pendidikan dan pencari kerja untuk bersaing memperoleh pekerjaan yang lebih baik. ”Kita akan berusaha memperluas kesempatan magang di luar negeri, dengan menjajaki kemungkinan kerjasama pelatihan praktek kerja dengan beberapa negera industri. Program kerja sama ini akan melatih calon tenaga kerja agar memiliki keahlian dan keterampilan yang matang sehingga mudah terserap di dunia kerja, “kata Muhaimin.

Sedangkan untuk program pemagangan di dalam negeri, tambah Muhaimin, Kemenakertrans meminta pemerintah daerah untuk melibatkan perusahaan-perusahaan di dalam negeri agar bekerja sama dalam membuka kesempatan magang yang lebih besar. “Kita mendorong pemerintah daerah agar bekerja sama langsung dengan perusahaan perusahaan-perusahaan besar baik nasional maupun multinasional untuk memperbanyak jumlah peserta permagangan,"kata Muhaimin.

Berdasarkan data Kemenakertrans, pelaksanaan program pemagangan dalam negeri pada 2010 berhasil mencapai 10.000 orang sementara luar negeri 2.250 orang. Sedangkan pada tahun 2011, pemagangan dalam negeri ditargetkan melebihi angka 10.000 orang dan pemagangan luar negeri 2.500 orang. Sementara itu, Direktur Bina Pemagangan Kemenakertrans, Bagus Marijanto mengatakan Program kerja magang di Jepang ini merupakan kerja sama Kemenakertrans dengan IMM (International Manpower Development of Medium and Small Enterprises) Jepang.

Berdasarkan data Dari hasil kerja sama yang dilakukan sejak 1993 hingga Februari 2011 telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 30.856 orang pemagang. Yang telah menyelesaikan program magang sebanyak 25.584 orang dan yang masih berada di Jepang sebanyak 5.272 orang.

Ditambahkan Bagus, setelah menyelesaikan program magang selama 3 tahun, para peserta akan siap memasuki pasar kerja dalam negeri atau melakukan usaha mandiri. Selain itu, mereka pun akan memperoleh sertifikat dari Japan International Training Cooperation Organization (JITCO) dan IMM Jepang serta memperoleh modal usaha mandiri.

Pada kepulangan peserta magang ini hadir perusahaan Jepang yang berada di sekitar Jabotabek yang akan melakukan wawancara kerja dengan eks peserta magang yang baru pulang dari Jepang. Kebanyakan merupakan perusahaan industri,terutama industri, listrik, manufaktur, mesin dan bangunan.

Bagi peserta yang tidak berminat bekerja di perusahaan Industri,Kemenakertrans mendorong para eks peserta magang Jepang untuk membuka usaha sendiri secara mandiri atau berwirausaha untuk membuka lapangan kerja sendiri. Bagus mengatakan pemerintah pusat dan Pemda akan memberikan pembinaan lanjutan bagi eks peserta magang yang akan berwirausaha sesuai dengan keahliannya selama magang di Jepang. Pada tahap awal mereka akan mengukuti seminar, konsultasi, pelatihan dasar dan pendampingan usaha.


Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar