(Visijobs-News) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang, berhasil menjemput 6 tenaga kerja Indonesia (TKI) perawat yang sempat dilaporkan hilang saat gempa disertai tsunami melanda Miyagi, Jumat lalu.
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, di jakarta mengutip informasi dari Staf Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, menyebutkan, keenam TKI perawat yang berhasil diselamatkan Tim Relief KBRI Tokyo Gelombang I itu adalah Mugiyati, Wihel, Desi, Jajang, Emey, Siti Nurlalei, dan Wisita. Enam perawat ini merupakan sebagian dari 10 perawat yang laporkan hilang, saat gempa diserta tsunami melanda 11 Maret lalu. Namun belum diketahui nasib keempat perawat lainnya yang hingga kini belum dilakukan penjemputan.
Selain para perawat, tim Relief Gelombang I Sendai juga telah menjemput tiga pelajar WNI. Mereka adalah Robert Dwiputra, Tahta Erlangga, dan Achmad Faisal Dwiputro. Tiga pelajar ini sebelumnya tidak diketahui keberadaannya di saat gempa melanda Jepang.
Mengenai nasib Anak Buah Kapak (ABK) kapal Kunimaru 3, yang dinyatakan hilang oleh pemerintah daerah Oita, Jepang, Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengakui, ada 4 ABK kapal tersebut berkebangsaan Indonesia yang hingga kini belum diketahui nasibnya. Keempat ABK itu adalah: Sunardi, warga Dusun Gawah Malang, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, NTB; Arifin Siregar, warga Brebes, Jateng; Rudi Hantono, Warga Pati, Jateng; dan Tony Setiawan, warga Brebes, Jateng.
Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar