(visijobs-News) - Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kera Indonesia (BP3TKI) mendukung sepenuhnya program layanan call center 24 jam untuk pengaduan TKI yang dikembangkan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
“Call Center akan m
Menurut Delta, dengan adanya call center program perlindungan TKI di pihaknya akan semakin lebih mudah, lebih cepat dan tentu saja akan memuaskan TKI. Bahkan, jika diperlukan, BP3TKI Jakarta siap untuk melakukan revisi-revisi kegiatan guna mensukseskan call center BNP2TKI.
Sepanjang 2010, BP3TKI Jakarta telah menyelesaikan 40 kasus dari 56 kasus. Menurut Delta, kasus-kasus itu sebagian besar bersumber dari negara penempatan TKI di Timur Tengah. Diantara kasus-kasus itu seperti kekerasan, gaji TKI tidak dibayar, dipulangkan karena unfit, dan lain-lain.
Kerjasama dengan stakeholder perlindungan, kata Delta, baik dengan sesama instansi pemerintah maupun dengan pihak swasta dalam memperkuat perlindungan TKI akan terus dilakukan.
Delta mengungkapkan, salah satu upayanya meminimalisir TKI bermasalah pihaknya akan melakukan advokasi kepada Calon TKI/TKI di penampungan-penampungan TKI di Jakarta.
“TKI harus paham bahwa mereka memiliki asuransi pra penempatan, penempatan, dan purna penempatan,” papar Delta seraya menambahkan advokasi ke penampungan itu bertujuan menyadarkan hak-hak TKI.
Diakuinya, paska kembalinya kewenangan ke BNP2TKI, BP3TKI lebih melakukan pendekatan persuasif kepada Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). Dia percaya, pembinaan kepada PPTKIS secara intensif akan mampu mengurangi TKI bermasalah.
“Banyak masalah TKI yang berkaitan dengan peranan PPTKIS,” tegas Delta
Pada 2011, lanjut Delta, BP3TKI tetap akan melakukan pemberdayaan terhadap TKI Purna. Tahun ini BP3TKI Jakarta menargetkan pemberdayaan untuk 50 TKI Purna.
“Tekad kami dalam membina TKI Purna tidak hanya memberikan pelatihan teori dan praktek kewirausahaan tetapi juga memberikan penguatan modal,” tutur Delta
Bagi TKI Purna yang sudah mengikuti pelatihan, Kepala BP3TKI ini mendorong agar mereka membentuk asosiasi TKI Purna. Melalui asosiasi ini diharapkan mereka bisa saling tukar-menukar informasi, pengalaman bahkan kerjasama baik dalam permodalan maupun perluasan jaringan pemasaran.
Delta menambahkan, selain melakukan pemberdayaan TKI, BP3TKI juga melakukan edukasi perbankan dan remitansi kepada TKI. Diakuinya, TKI perlu memahami bagaimana pemanfaatan gaji yang diterimanya selama ini untuk hal-hal yang produktif, bukan untuk kegiatan konsumtif.
Ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar