Kamis, 20 Januari 2011

Pengrajin Lebak Serap 12.300 Tenaga Kerja | Visijobs

Pengrajin Lebak Serap 12.300 Tenaga Kerja | Visijobs

(Visijobs-News) - Pengrajin anyaman bambu dan tikar pandan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mampu menyerap tenaga kerja sekitar 12.300 orang sehingga sangat membantu pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi, Rabu, mengatakan, saat ini, kerajinan lokal yang dilakukan masyarakat mulai menggeliat karena dalam tahun ke tahun dapat menyerap tenaga kerja.

Saat ini, jumlah tenaga kerja pada sektor kerajinan tercatat 12.300 orang dari 6.052 unit usaha. Mereka unit usaha memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA), seperti tanaman bambu dan pandan sebagai bahan kerajinan tangan.

Pelaku kerajinan anyaman bambu, mereka membuat produk perabotan rumah tangga, dinding bilik, mebeleur, dan cideramata. Sedangkan, bahan anyaman pandan membuat tikar `donGdot` atau tikar setengah jadi untuk dipasok ke Tasikmalaya, Jawa Barat. "Kami setiap tahun memasok tikar dongdot ke Tasikmalaya sebanyak 10.000 kodi," katanya.

Dia juga mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong untuk memanfaatkan potensi SDA tersebut untuk dijadikan sumber penghasilan masyarakat. Selama ini, potensi bahan baku kerajinan baik hasil pertanian maupun perkebunan melimpah. Karena itu, hampir semua daerah di Kabupaten Lebak terdapat kerajinan anyaman bambu dan tikar pandan. "Dengan tumbuhnya pengrajin itu tentu dapat meningkat penghasilan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Dia menyebutkan, pemerintah daerah terus memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat agar bisa menciptakan unit usaha baru dengan memanfaatkan bahan baku bambu tersebut. "Jika unit usaha itu tumbuh dipastikan dapat menyerap tenaga kerja dan bisa mengatasi pengangguran," katanya.

Menurut dia, pihaknya menemui kendala untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan di tengah masyarakat akibat berbagai faktor antara lain faktor budaya malas. Faktor rendahnya pendidikan masyarakat juga kesulitan akses pemasaran hasil produksi. "Kami akan bekerja keras untuk membangun jiwa kewirausahaan itu," katanya.

Sementara itu, Suma (40) pengrajin tikar pandan di Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak mengaku pihaknya hingga kini bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sebanyak 30 orang dengan pendapatan antara Rp20-30 ribu per hari.

"Mereka para pekerja di sini setiap hari menganyam pandan untuk dipasok ke Tasikmalaya," kata Suma sebagai pengusaha kerajinan tikar dongdot.

Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar