Kamis, 20 Januari 2011

Jepang Rekrut TKI Magang | Visijobs

Jepang Rekrut TKI Magang | Visijobs

(Visijobs-News) - Pemerintah Jepang diharapkan kembali melakukan proses perekrutan tenaga kerja Indonesia (TKI) magang khususnya dari Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk dipekerjakan di negaranya.

"Kami selalu menanti dan berharap, agar proses perekrutan TKI magang kembali dilaksanakan," kata Lalang, salah seorang alumni sekolah kejuruan di Kendari, Rabu(19/1).

Menurut Lalang, pihaknya selalu berkonsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Kendari dan Provinsi terkait informasi perekrutan TKI Magang ke Jepang, namun jawabannya masih dalam proses.

Dibukanya kembali jalur perekrutan TKI magang ke Jepang itu merupakan harapan besar bagi masyarakat Kendari dan Sultra pada umumnya, untuk mencari pengalaman dan sekaligus biaya hidup di negeri Sakura Jepang. "Seharusya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra, bisa lebih cepat membuka kembali hubungan kerjasama dengan pemerintah Jepang untuk merekrut kembali TKI Magang," kata Adi, masyarakat di Kota Kendari.

Ia mengatakan, biasanya perekrutan program TKI magang ke Jepang itu antara November dan Desember, namun hingga saat ini sudah tahun baru 2011 program pemagangan belum dibuka. Adi berharap instansi teknis tidak diam, tapi membuka peluang itu sehingga para alumni sekolah kejuruan di Kota Kendari dan bahkan dari beberapa kabupaten di Sultra bisa terjaring melalui pengiriman pemagangan.

Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, Zainal Abdidin Baedawi mengatakan, program itu sudah lama dinantikan para pencari kerja terutama bagi pencari kerja lulusan kejuruan maupun yang pernah mengikuti pelatihan selama beberapa bulan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari.

Zainail mengakui, dari segi jumlah TKI Sultra yang magang ke Jepang tidaklah seberapa dibanding dengan pengiriminan yang dilakukan beberapa provinsi di tanah air namun kontribusi bagi daerah cukup memberi nilai positif.

Selama program pemagangan 1995 hingga terakhir pada 2005, jumlah TKI Sultra yang telah dikirim ke nagara itu sudah mencapai 2.500-an orang dengan kuota setiap kali pengiriman antara 100 hingga 250 dalam satu tahun. "Masyarakat di Sultra, sangat menantikan program pemagangan itu, namun karena negara tujuan belum menerima permintaan tenaga kerja dengan alasan yang belum ada," katanya.

Namun demikian, Zainal tetap optimistis pada tahun-tahun mendatang pemerintah Jepang bisa menerima kembali TKI magang dari Sultra.

Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar