Kamis, 20 Januari 2011

WNA akan Mengadu Nasib di Indonesia | Visijobs

WNA akan Mengadu Nasib di Indonesia | Visijobs

(Visijobs-News) - Wakil Presiden (Wapres) Boediono optimistis, dengan kerja keras, pembangunan ekonomi Indonesia akan mampu menyusul raksasa China dan India. Lapangan kerja di dalam negeri akan jauh lebih baik dari sekarang, sehingga masyarakat tidak perlu lagi merantau ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Bahkan, dalam jangka waktu 20 tahun, tidak mustahil yang terjadi justru arus balik. Banyak warga negara lain yang akan mengadu nasib di Indonesia. "Kita akan menjadi tempat yang sangat menarik bagi warga negara di dekat kita atau agak jauh di Asia sini untuk mengadu nasib di negara kita. Itu bisa terjadi dan akan terjadi kalau kita melaksanakan tugas sebaik-baiknya di bidang ekonomi, sosial dan politik di negara kita ini," kata Boediono.

Hal itu disampaikan dia di depan para TKI dalam acara Penyerahan Penghargaan Pekerja Migran Indonesia di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Menurut Wapres, Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Negeri ini dikaruniai segalanya, baik berupa sumber daya alam yang melimpah maupun sumber daya manusia yang banyak. "Itu merupakan modal bagi suatu negara. Ada negara yang terhambat karena jumlah penduduknya kecil sekali," kata mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.

Namun, lanjutnya, untuk melaksanakan pembangunan ekonomi tersebut, dibutuhkan ketenangan dari segi sosial dan politik. Sehingga, kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah bukan hanya bagus di atas kertas, tapi benar-benar bisa dilaksanakan di lapangan.

"Kita punya segalanya, tinggal kita mengorganisasi diri lebih baik. Kalau kita sibuk di antara kita sendiri, sibuk sesuatu yang barangkali untuk kepentingan kelompok masing-masing, ya, yang dilupakan adalah kepentingan bangsa ini. Jadi energi sosial kita bisa habis kalau kita sibuk dengan diri kita sendiri," tandasnya.

Boediono mengakui, realitas yang terjadi saat ini memang menuntut sebagian masyarakat untuk bekerja di luar negeri. Ia yakin, seandainya di dalam negeri telah tersedia banyak lapangan kerja dan mata pencaharian, mereka akan memilih bekerja di Indonesia.

Wapres meminta keluasan hati untuk menerima realita tersebut sampai pada saatnya nanti pemerintah mampu menyediakan seluruh kebutuhan masyarakat. Bukan hanya lapangan kerja yang layak, namun juga kompetitif dari segi upah dibandingkan dengan di luar negeri.

"Kita harus terima itu sebagai fakta dan saya kira tugas kita sampai nanti pada suatu tingkat di mana kita di Indonesia ini bisa sediakan seluruh kebutuhan mata pencaharian dan lapangan kerja yang layak," pungkasnya.

BErita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar