Kamis, 20 Januari 2011

TKI dari Sales Hingga Sales Manager di CIna | Visijobs

TKI dari Sales Hingga Sales Manager di CIna | Visijobs

(Visijobs-News) – Sukses bekerja dan sukses keluarga, adalah kebahagian yang paling didamba Inna Lakat. Mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini terdorong untuk menjadikan keluarganya mengenyam sukses sebagaimana diraih keluarga lainnya.

Inna, demikian Inna Lakat biasa disapa, meski terlahir sebagai anak ketiga -- dari empat bersaudara di Kupang, 29 Maret 1981 – namun mengaku sangat termotivasi untuk mengantarkan keluarganya meraih sukses.

“Saya sejak usia 10 tahun, tepatnya pada 1991 lalu, sudah ditinggal bapak untuk selamanya. Ibu menjanda dengan tanggungan empat anak, sejak itu saya termotivasi untuk bisa membantu ibu dan menyukseskan pendidikan kakak dan adik,” ungkap Inna saat berkunjung ke Kantor BNP2TKI di Jakarta.

Inna menuturkan, dia mengambil prinsip biarlah dirinya saja yang lulus SLTP tetapi kakak dan adik harus tamat pendidikan sampai kuliah. “Sejak lulus dari SMPN Kupang pada 1996, saya sudah terbayang untuk bisa menjadi TKI ke Hong Kong,” tutur Inna.

Pada 1997, kata Inna, melalui seorang sponsor Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) PT Luhur Asa Prima, Malang, yang ada di Kupang, NTT, ia kemudian melamar menjadi TKI sebagai pembantu rumah tanggga atau penata laksana rumah tangga (PLRT) di Hong Kong.

“Di Hong Kong, saya tujuh tahun (dari tahun 1997 – 2004) menjadi PLRT dengan tiga kali kontrak pada Cotaksut,” kata Inna.

Menjadi TKI PLRT di Hong Kong, kata Inna, ia bekerja selama enam hari kerja dalam seminggu. Pada hari minggu, semua TKI PLRT libur. Meski minggu libur, namun ia tidak membuang waktu percuma. “Pada saat libur minggu itu, saya memanfaatkannya untuk kursus Bahasa Inggris,” katanya.

Inna mengaku dirinya mengambil kursus Bahasa Inggris karena ia berharap nantimya bisa bekerja lebih meningkat lagi, dan tidak akan selamanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Ia mengaku selama tujuh tahun bekerja sebagai PLRT di Hong Kong mendapatkan gaji sebesar 1.500 dollar Hong Kong.

Kuliahkan Kakak dan Adik

Bekerja sebagai PLRT, Inna mengaku, tidak menyesal. Dari gaji yang ditabung sebagian dipakai membeli sebidang tanah ukuran 8 x 15 meter persegi di Kupang seharga Rp 6 juta. Selebihnya, ia gunakan untuk membiayai kuliah kakaknya, Cristopel, di Jakarta, dan adiknya, Radetina, di Yogyakarta, hingga keduanya lulus kuliah.

Dikatakan Inna, setelah selesai menjalani tiga kali kontrak kerja sebagai PLRT di Hong Kong pada 2004, ia tidaj pulang ke kampung halamannya di Kupang. Melainkan, ia pergi ke Makau. Setelah beberapa bulan di Makau, ia kemudian ke Cina.

Di Cina, Inna kemudian bekerja pada perusahaan US Smart yang memproduk barang-barang elektronik, seperti televisi, laptop, dan handphone. Di US Smart ini, kata Inna, pada awalnya dirinya menjadi sales hingga bisa meraih jabatan sebagai sales manajer.

Selama menjadi sales manajer, aku Inna yang sudah bisa berbahasa Inggris dan Cina ini, ia kerapkali ditugaskan perusahaan ke beberapa negara di Asia dan Afrika, untuk mengembangkan jaringan pasar. Bahkan, ia pernah mencoba untuk menjajaki jaringan usaha ini ke Kupang. Namun ternyata, di Kupang tidak bisa berkembang.

Adapun kedatangannya ke Jakarta sekarang, kata Inna, akan dilakukan selama kurang lebih sebulan. Tujuannya untuk menjajaki jaringan pasar produk perusahaan tempatnya bekerja.

Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar