(Visijobs-News) - Sebanyak 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunggak gaji karyawan hingga satu tahun, kata Ketua Umum Badan Pekerja Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN, Abdul Latief Algaf. "Ada 15 perusahaan sedang bermasalah sehingga pekerjanya tidak menerima gaji," kata Abdul Latif disela-sela Rapat Kerja Nasinal FSP BUMN di Batam. Di antara 15 BUMN itu, antara lain Jakarta Lyod, Kertas Leces, Industri Sandang dan Dirgantara Indonesia.
Gaji yang belum dibayarkan masing-masing BUMN, kata dia, bervariasi dari beberapa bulan hingga satu tahun. Perusahaan yang paling parah dalam masalah tunggakan penggajian adalah Jakarta Lyod, hingga sekitar satu tahun. Abdul Latief mengatakan pemerintah harus turun tangan untuk mengatasi masalah penggajian pekerja dan membuat kebijakan strategis yang cepat demi nasib karyawan. "Kami minta pemerintah segera menyelesaikan hak-hak normatif pekerja. Ini menyangkut HAM," kata dia.
Ia menyatakan pemerintah lamban mengambil keputusan menyelesaikan masalah BUMN yang "sakit" karena terkendala birokrasi yang rumit. Dari 15 BUMN yang menunggak gaji karyawan, ada beberapa di antaranya secara teknik sudah bangkrut. Namun, karena birokrasi pernyataan bankrut untuk BUMN sulit, maka perusahaan tetap ada, meski ridak beroperasi lagi.
Seperti Kertas Leces, ia mengatakan sudah tujuh bulan perusahaan itu tidak beroperasi dan pekerja tidak bekerja secara teknis. Tetapi pemerintah tidak menyatakan perusahaan itu bangkrut sehingga nasib pekerja terkatung-katung. Sementara itu, ada pula BUMN yang masih beroperasi dan belum membayarkan hak karyawan.
Berita ini ditayangkan di http:www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar