(Visijobs-News) - Sekitar 120 orang karyawan Toko Tani Sugih kini statusnya terombang-ambing tak jelas usai eksekusi tempat kerja mereka dilakukan oleh PN Bandung. Tak hanya pekerja yang merasa risau, ribuan petani yang menggantungkan sarana produksinya pada Tani Sugih pun diprediksi akan terganggu akibat berhentinya suplai. Mereka pun harus mencari distributor lain.
Mitra dan Konsultan Tani Sugih Anwar sagur menuturkan, jumlah karyawan Tani Sugih temasuk Support Worker yang tersebar di seluruh Jabar, ada sekitar 120 hingga 130 orang. Mulai hari ini, mereka pun terpaksa tak bisa bekerja seperti biasa. "Para karyawan ini terancam tak memiliki pekerjaan. Ratusan mulut isteri, suami dan anak akan menganga kalau Tani Sugih tutup. Belum lagi produksi tani yang akan terganggu," ujar Anwar saat ditemui di sela-sela eksekusi Tani Sugih di Jalan Dr Djundjunan No 86.
Sebagai contoh, di Cikalong Wetan saja ada 200 petani yang dibimbing serta menggantungkan suplai sarana pertanian pada Tani Sugih. Bahkan untuk petani kecil, Tani Sugih mengaku memberi keringanan dengan memberi kredit atau pembayaran usai panen. "Kalau sekarang berhenti, mereka harus mencari distributor lain yang sistemnya seperti kami. Kasian kalau terbengkalai," katanya.
Anwar menjelaskan, Tani Sugih merupakan salah satu distributor besar yang selama ini melayani petani, baik dalam skala kecil maupun besar. Support worker yang berada di daerah bertugas memberikan penyuluhan dan bimbingan bagi para petani, selain bertugas memasarkan sebagai distributor. "Selain petani-petani, kami juga melayani PT PN VIII dan juga perkebunan tebu di Subang. Keberadaan support worker adalah untuk memberi bimbingan pemakaian
pestisida dan pupuk. Karena pestisida itu juga kan racun, penggunaannya harus benar," jelasnya.
Anwar mengatakan, seluruh karyawan Tani Sugih telah mengerti benar masalah yang tengah dihadapi. Pihak Tani Sugih pun menyatakan, mereka tak akan memutuskan kerja karena masalah ini. "Kami tidak akan tega untuk memutuskan kerja begitu saja. Sampai putusan nanti, mereka masih tanggungan kami," kata Anwar.
Sambil menunggu masalah hukum selesai, Anwar mengaku akan segera mencari lokasi agar kegiatan usaha dapat tetap berjalan dan karyawan pun dapat bekerja seperti biasa. "Kalau sekarang sih kita stagnan dulu. Nanti kita cari tempat biar karyawan bisa kerja lagi," katanya.
Ia pun berharap masalah hukum yang dihadapi dapat segera selesai. Toko Tani Sugih buka sejak tahun 1990, mereka menjual berbagai keperluan tani. Mulai dari peralatan tani, pestisida, pupuk dan bibit.
Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar