(Visijobs-News) - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri menyampaikan penghargaan pemerintahnya kepada Rita Retnaningtyas, perawat asal Indonesia. "Kami atas nama pemerintah Jepang menyampaikan terima kasih kepada BNP2TKI dan khususnya Rita Retnaningtyas, juga beberapa TKI perawat baik nurse (perawat rumah sakit) dan careworker (perawat lanjut usia) yang ikut bersusah payah membantu warga Jepang terkena tsunami utamanya di Miyagi," kata Shiojiri di Jakarta.
Rita yang kini bekerja di Miyagi National Hospital, Miyagi, Jepang, itu dinilai berjasa menolong sejumlah warga terkena musibah akibat gempa berikut tsunami pada 11 Maret silam. Wanita berusia 35 tahun ini berasal dari Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tenaga kerja Indonesia ini bertugas sejak 2009. Ia ditempatkan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui program Government to Government (G to G) dengan pemerintah Jepang.
Diungkapkan Shiojiri, Rita bersama TKI perawat lain bahkan bersedia bertahan di daerah dekat gempa dan tsunami yang terjadi di Miyagi. Mereka melakukan pekerjaan sosial kemanusiaan yang mulia. Menurut sang dubes, terdapat 35 TKI perawat di lima prefektur sekitar gempa dan tsunami, yakni Miyagi, Iwate, Aomori, Ibaraki, dan Fukushima. Mereka terdiri 11 TKI nurse dan 24 TKI careworker. Namun semua TKI perawat di lima prefektur itu dalam keadaan selamat dari bencana gempa, termasuk akibat radiasi reaktor nuklir di Fukushima.
Sebagian dari 35 TKI tersebut ada pula yang dievakuasi ke daerah yang jauh dari gempa dan radiasi reaktor nuklir. Sedangkan beberapa orang seperti Rita justru masih bertahan di Miyagi, sampai sekarang. "Sekali lagi kami menyampaikan banyak terima kasih atas jasa dan bantuannya dalam menangani para korban," ujar Shiojiri.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat mengatakan, Rita sejak peristiwa gempa dan tsunami di Jepang kerap menjalin kontak dengan sang suami Bambang Wagiman maupun keluarganya di Semarang. "Rita mengatakan kepada keluarganya bahwa dirinya dan beberapa teman TKI nurse dan careworker dalam kondisi sehat dan masih tetap bekerja seperti biasanya di Miyagi," jelas Jumhur.
Ditambahkan Jumhur, para TKI perawat di Jepang yang tersebar di 45 prefektur sebanyak 686 orang akan tetap menjalani program penempatannya hingga selesai. Para TKI itu ditempatkan sejak 2008-2010 untuk kontrak kerja selama tiga tahun dan memperoleh gaji 175 ribu yen (TKI careworker) dan 119 ribu hingga 200 ribu yen (TKI nurse) per bulan di luar akomodasi yang disediakan pemerintah Jepang.
Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar