Senin, 21 Maret 2011

Tingginya Kepedulian Mahasiswa di Lombok | Visijobs

Tingginya Kepedulian Mahasiswa di Lombok | Visijobs


(Visijobs-kampus Info) - Kepedulian yang tinggi dan kepekaan sosial yang baik telah membuat Rozyiadi (21) dan Lulu Wulandari (19) melahirkan ide yang apik. Dari Pulau Lombok mereka sudah punya rencana untuk mengembangkan potensi masyarakat dengan kemampuannya masing-masing.

Rozyiadi yang masih kuliah semester VI di STMIK Bumi Gora risau Pulau Lombok tidak bisa menjadi lumbung padi nasional lagi kelak. Pembangunan dan pengembangan daerah harus sesuai dengan kondisi tanahnya agar pertanian di Lombok tetap produktif. "Saya akan membuat sistem kepakaran (sistem IT) untuk mengetahui tanah yang subur dan mana yang tidak. Nantinya pembangunan kantor, hotel, dan rumah hanya di tempat-tempat yang tanahnya kurang subur," katanya.

Lahan di Lombok Utara, menurut pria yang akrab disapa Ozy ini, sangat subur. Tetapi karena perkembangan pariwisata, lahan di sana malah dijadikan tempat pembangunan cottage, hotel, dan lain sebagainya. Pariwisata yang menjadi andalan Lombok tetap harus dibina dan dijalankan, tetapi bukan berarti harus mengorbankan lahan pertanian. Dengan adanya pemetaan lahan subur dan yang tidak, diharapkan tata kota dan tata daerah bisa lebih tepat sasaran. "Ada tempat di Lombok Tengah. Mereka tanam padi di daerah tebing padahal tanahnya tidak subur. Di sana bisa dibangung cottage tapi belum ada investor yang melirik," ujar Ozy.

Ibunya yang berprofesi sebagai buruh tani membuat Ozy bersemangat sekali merealisasikan idenya itu. Rencananya software itu akan dibagikan gratis jika sudah terwujud kelak. "Sekarang masih dalam tahap pengembangan. Baru penelitian awalnya dulu," ungkapnya.

Fenomena kawin cerai dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) telah membuat Lulu Wulandari meradang. Dia berharap fenomena itu bisa dikurangi dengan membuat pusat konseling orangtua dan anak. "Realita masyarakat di sini banyak kawin cerai, KDRT, dan kawin muda," kata perempuan berkerudung itu.

Lulu menceritakan banyak remaja perempuan di Lombok naik pelaminan usai lulus SMP. Dengan adanya pusat konseling ini diharapkan banyak remaja terbantu menemukan hal lain yang bisa dilakukan selain menikah. "Mereka menikah dini karena tidak ada pengetahuan tentang masa depan. Jadi setelah lulus sekolah tidak ada pekerjaan lain ya selain menikah," jelasnya.

Kondisi psikologis remaja yang sebenarnya belum mumpuni untuk berkeluarga menyebabkan tingkat perceraian dan KDRT tinggi. Pusat konseling yang berbayar saat ini dinilai Lulu tidak cukup efektif menjadi solusi permasalahan ini. Untuk mewujudkan niatnya, gadis sulung ini akan memperkuat jaringan atau relasinya terlabih dahulu. Materi kuliahnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram telah menjadi bekal memberi konseling keluarga dan remaja yang bermasalah.

Ide keduanya itu tersembur keluar dalam acara BBC Indonesia Get Inspired yang juga didukung oleh detikcom, harian Suara NTB, dan lombok TV di Universitas Mataram pada tanggal 18 Maret 2011. Bersama 28 mahasiswa/mahasiswi lainnya mereka saling menyampaikan ide-ide kreatifnya ke peserta acara.

Adapun pembicara yang menginspirasi mereka adalah Goris Mustaqim dan Endro Sucipto. Goris Mustaqim adalah social entrepreneur yang membantu penduduk Garut mengembangkan potensi akar wangi. Sedangkan Endro Sucipto merupakan mahasiswa Universitas Lampung yang aktif membantu melestarikan hutan mangrove di pesisir Pulau Pahawang, Lampung.

Acara Get Inspired di Lombok adalah tempat terakhir setelah sebelumnya dilangsungkan di Kendari (14 Maret 2011) dan Palembang (16 Maret 2011). Sambutan dari sekitar 150-an mahasiswa pelajar dan mahasiswa Lombok sangat baik dengan banyaknya peserta yang berani melontarkan ide-ide kreatifnya.


Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar