Jumat, 01 April 2011

BI Tak Batasi Tingginya Gaji Bankir RI | Visijobs

BI Tak Batasi Tingginya Gaji Bankir RI | Visijobs

(Visijobs-News) - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tidak akan membatasi ataupun mengatur komponen gaji para bankir. Bank sentral hanya melakukan kajian dan memberikan input ketika komponen gaji bank cukup 'boros' dan tidak diimbangi oleh produktivitas serta kinerja yang baik.

Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan BI Wimboh Santoso di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta. "Tidak itu (dibatasi), tetapi lebih dilihat dari produktivitasnya. Jadi gaji itu diimbangi dengan produktivitasnya itu yang dikejar," ujarnya.

Menurut Wimboh, dengan meningkatkan produktivitas dan kinerja maka sudah pasti efisiensi akan terwujud. Meningkatkan produktivitas, lanjut Wimboh dilakukan dengan cara menjual produk bank lebih giat. "Dan ini normal dilakukan. Poinnya itu meningkatkan penjualan produk," tuturnya. Sebelumnya, Wimboh mengungkapkan perbankan di Indonesia bisa dibilang yang paling boros dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN.

Bank sentral mencatat BOPO perbankan alias rasio biaya operasional dibagi pendapatan operasional mencapai 88,6%. Tingginya BOPO tersebut salah satunya dikarenakan faktor biaya gaji yang tinggi. Wimboh memaparkan, perbankan di kawasan ASEAN yang memiliki tingkat BOPO rendah yakni Malaysia. Di mana, lanjut Wimboh rasio BOPO-nya hanya sebesar 40%. "Itu berarti bank-bank di Malaysia sangat efisien," kata Wimboh.

Mengapa bisa paling efisien? Wimboh mengungkapkan teknologi yang digunakan sangat mumpuni dan gaji pegawai lebih efisien dan didukung oleh pendapatan yang tinggi.

"Perbankan kita ada yang sudah maju teknologinya tapi kan ada banyak bank di mana sampai 122 bank oleh sebab itu secara agregat ya bank dengan teknologi maju tidak bisa mengangkat yang belum maju," kata Dia.

Lebih jauh Wimboh mengatakan, untuk menurunkan rasio BOPO maka kebanyakan bankir tidak ingin gajinya turun oleh karena itu bank harus menyiasati bagaimana meningkatakan produktivitas sehingga pendapatan lebih tinggi. "Mana ada yang mau gaji diturunkan, lebih baik tingkatkan produktivitas sehingga pendapatan bisa lebih besar," paparnya.

Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar