(Visijobs-Kampus Info) - Huawei bangun pusat penelitian di ITB. Tak tanggung-tanggung, raksasa IT dari negeri tirai bambu itu menggelontorkan dana sebesar 1 juta USD.
Zhang Quiyue, Ambasador of China for Indonesia dalam sambutannya mengatakan pihaknya berharap kerjasama ini bisa meningkatkan hubungan yang selama ini sudah terbangun antara Indonesia dengan China. Zhang juga berharap Indonesia bisa menjadi leader dalam perkembangan teknologi.
"Pemerintahan China sangat berkepentingan terhadap ini (perkembangan teknologi - red). Terutama dalam pengembangan human resource. Ini bukan hanya di negara kami tapi juga di negara lain. Semoga joint activity antara Huawei dan ITB bisa berlangsung lama," katanya saat MoU dengan ITB di Gedung Ahmad Bakrie, Lantai 4, Kampus ITB, Jalan Ganeca.
Membalas sambutan Zhang, Menkominfo Tifatul Sembiring yang hadir pada acara itu, mengungkapkan potensi bisnis di bidang industri kreatif, khususnya di bidang teknologi informasi sangat besar. Dia berharap dengan dibukanya kerjasama ini bisa juga meningkatkan kualitas SDM sehingga bisa menjawab tantangan industri teknologi informasi ke depannya. Bukan hanya untuk China, tapi juga untuk Indonesia. "Kerja sama ini merupakan sebuah kontribusi dari industri teknologi informatika dalam pengembangan sumberdaya manusia menuju daya saing yang lebih tinggi. Kami mendorong untuk memperkuat hubungan antara inovator dan industri dalam meningkatkan bisnis teknologi informasi dalam negeri," katanya.
Pada 2009 saja, sambung Tifatul, volume bisnis teknologi informasi di Indonesia mencapai Rp 300 triliun. Dengan penetrasi penggunaan perangkat IT di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 180 juta untuk pengguna handphone, serta 45 juta untuk pengguna internet di dalam negeri, ini menjadi satu potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pusat penelitian tersebut rencananya tidak hanya diperuntukan bagi civitas akademika ITB saja. Pusat penelitian ini terbuka untuk umum. Rektor ITB Akhmaloka mengatakan pusat pelatihan teknologi bisa menjadi modal awal. "Pertemuan antara peneliti dan dunia industri bisa menjadi ajang untuk menciptakan sesuatu produk yang baru yang dibutuhkan masyarakat. Kami menyambut baik adanya kerja sama ini sehingga mahasiswa, dosen, dan semua yang lain juga bisa menggunakan fasilitas pusat pelatihan ini," ujarnya.
Pembangunan pusat pelatihan STEI ITB–Huawei ini adalah bagian dari program corporate social responsibility (CSR) Huawei yang difokuskan untuk mendukung sektor pendidikan. Kerjasama ini merupakan kerjasama lanjutan yang sebelumnya juga pernah dijalankan antara ITB dengan Huawei.
Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar