(Visijobs-News) - Indonesia dan Filipina tercatat sebagai negara pengirim tenaga kerja utama ke negara-negara ASEAN lainnya. Sementara negara-negara penerima tenaga kerja utama di ASEAN adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Plt Sekjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muchtar Lutfie mengatakan di 2010 data PBB mencatat terdapat tenaga kerja migrant sebanyak 214 juta orang atau 3,1% dari populasi dunia. Angka itu termasuk jumlah tenaga kerja migrant yang ada di ASEAN yang membutuhkan komitmen perlindungan.
"Komite migrant worker tahun 2010 anggotanya cuma empat yaitu Indonesia dan Filipina sebagai negara pengirim. Sedangkan Malaysia dan Thailand sebagai negara penerima. Mulai tahun ini jadi 10 full negara ASEAN, yang penerima Malaysia, Thailand, Singapura, dan Brunei, negara pengirim Indonesia, Filipina, Myanmar, Laos, Vietnam dan Kamboja," katanya dalama acara pertemuan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers di Jakarta.
Ia mengatakan pertemuan ini bagian dari upaya menghimpun komitmen bersama negara-negara ASEAN untuk melindungi tenaga kerja luar negeri (migrant worker). Pertemuan di Jakarta merupakan pertemuan keempat, sebelumnya berlangsung di Singapura, Thailand, Vietnam. "Ini merupakan tindak lanjut dari Cebu di Filipina tahun 2007," katanya.
Dalam pertemuan di Jakarta kali ini, ada empat agenda yang menjadi pembahasan utama yaitu:
* Peningkatan perlindungan hak-hak pekerja terhadap eksploitasi dan perlindungan yang layak
* Meningkatkan perlindungan dan promosi hak buruh migrant dengan menigkatkan penanganan terhadap pekerja migrant
* Peningkatan kerjasama regional untuk memerangi perdagangan manusia
* Meningkatkan instrumen dan promosi pekerja migrasi
Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Roostiawati menambahkan bahwa komitmen bersama negara-negara ASEAN sangat diperlukan agar ASEAN punya konsep perlindungan yang sama terhadap pekerja migrant. Indonesia bersama Filipina sudah memiliki draft bersama untuk melindungi pekerja migrant yang akan dibahas bersama dengan negara penerima Thailand dan Malaysia.
"Tadi ada pertemuan dengan delegasi ASEAN kita sepakat dengan komitmen ASEAN untuk memperjuangkan proteksi pekerja migrant. Kalau bisa memiliki instrumen paling tidak TKI kita yang kerja di negara ASEAN bisa terlindungi secara regional," jelasnya.
Berita ini ditayangkan dihttp://www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar