(Visijobs-News) - Sulitnya perekonomian memaksa anak-anak usia sekolah ikut bekerja demi membantu keluarga. Namun waktu kerja yang berjam-jam bagi pelajar ini berisiko bagi pendidikannya dan masalah prilaku.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Washington, University of Virginia dan Temple University, bekerja lebih dari 20 jam seminggu di sekolah tingkat SMA dikaitkan dengan penerunan keterlibatan di sekolah dan peningkatan masalah perilaku dan penyalahgunaan obat. Studi ini dipublikasikan pada edisi Januari / Februari jurnal Child Development.
Hasil penelitian ini bertentangan dengan sejumlah penelitian baru-baru ini yang tidak menemukan efek negatif pada siswa dari jam kerja yang intensif. Dalam penelitian ini memeriksa data wawancara dari akhir 1980-an yang melibatkan sampel dari sekitar 1.800 siswa beragam SMA di kelas 10 dan 11.
Penelitian awal dilaporkan pada 1993 oleh Laurence Steinberg, seorang profesor psikologi di Temple University. Meskipun data diambil sekitar 20 tahun, peneliti mengatakan hal itu tetap relevan karena siswa memegang jenis pekerjaan lapangan yang sama sejak saat itu hingga kini.
"Tidak banyak yang berubah selama 30 tahun terakhir," kata peneliti Universitas Washington Kathryn Monahan, yang memimpin penelitian. "Pelajar paling mungkin dipekerjakan di restoran, makanan cepat saji, dan industri jasa, dan cenderung untuk mendapatkan bayaran upah minimum".
Menurut penelitian, siswa yang bekerja lebih dari 20 jam per minggu memiliki harapan yang lebih rendah untuk pencapaian pendidikan, keterlibatan sekolah rendah, lebih tinggi dari penyalahgunaan zat, dan perilaku masalah lain. Namun, siswa yang sama juga menunjukkan lebih mampu dalam pengambilan keputusan dan memiliki titik rata-rata sedikit lebih tinggi dari remaja tanpa pekerjaan.
Para peneliti meyakini, siswa yang belajar lebih lama lebih gampang mengikuti kelas, mendapatkan kenaikan IPK dan ketika mengerjakan PR lebih sedikit waktunya Selain itu, siswa yang bekerja berjam-jam masih mengalami hasil negatif sampai satu tahun setelah berhenti atau mengurangi jam kerja. Para penulis mengatakan siswa SMA yang bekerja berjam-jam selama satu tahun atau lebih dapat memiliki efek negatif yang lebih besar. Hal ini tidak berarti bahwa siswa sekolah tinggi tidak harus bekerja sama sekali.
Berita ini ditayangkan di http://www.visijobs.com/beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar